BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Ilmu
dan bahasa merupakan dua hal yang tidak terpisahkan. Bahasa berperan penting
dalam upaya pengembangan dan penyebarluasan ilmu. Setiap penelitian ilmiah
tidak dapat dilaksanakan tanpa menggunakan bahasa, matematika (sarana berpikir
deduktif) dans tatistika (sarana berpikir induktif) sebagai sarana berpikir. Upaya-upaya
penyebar luasan ilmu juga tidak mungkin dilaksanakan tanpa bahasa sebagai media
komunikasi. Setiap forum ilmiah pasti menggunakan bahasa sebagai sarana utama.
Aktivitas-aktivitas yang diarahkan untuk memahami, mengeksplorasi, dan
mendiskusikan konsep-konsep ilmu tidak dapat diselenggarakan tanpa melibatkan
bahasa sebagai sarana.
Makalah
ini membahas konsep-konsep dan paradigma tentang ilmu dan bahasa sebagai
landasan untuk memahami peran penting bahasa dalam pengembangan ilmu,
karakteristik bahasa yang mendukung pengembangan ilmu, dan upaya-upaya yang
dapat dilakukan untuk mengembangkan bahasa sebagai pendukung pengembangan ilmu.
Pembahasan diawali dengan memaparkan hakikat ilmu dan bahasa sebagai titik
tolak dan dilanjutkan dengan pembahasan tentang peran bahasa dalam pengembangan
ilmu, yang menyoroti hubungan bahasa dan pikiran dan bahasa sebagai media
komunikasi. Setelah itu, pembahasan dilanjutkan dengan mengupas karakteristik
bahasa yang mendukung pengembangan ilmu dan diakhiri dengan gambaran singkat
tentang gebrakan Pusat Bahasa untuk mendorong bahasa Indonesia sebagai bahasa
yang mendukung pengembangan ilmu.
B.
Rumusan Masalah
Menjelaskan
tentang ilmu dan bahasa sebagai landasan untuk memahami peran penting bahasa
dalam pengembangan ilmu serta fungsi dan hubungan antara ilmu dan bahasa.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Ilmu
Ilmu ( science)
dan pengetahuan (knowledge) merupakan dua bidang yang berbeda. Pengetahuan
(knowledge) merupakan kumpulan upaya dan pemahaman, pikiran, perasaan,dan
pengalaman yang diperoleh manusia ketika berinteraksi dengan orang lain dan
alamsekitarnya, yang kemudian diabstraksi dalam bentuk pernyataan, ungkapan
artistik, teori, dalil, rumus atau hukum. Ilmu juga merupakan terminologi
generik yang mencakup segenap bentuk yang kita tahu seperti filsafat, ekonomi,
seni, beladiri, cara menyulam, dan biologi.
Ilmu (atau ilmu
pengetahuan) adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan
meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia.
Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan
kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu
diperoleh dari keterbatasannya.
Ilmu bukan
sekadar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan
berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji
dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang
dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh
mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari
epistemologi.
Ada beberapa
perbedaan antara ilmu dan pengetahuan, menurut Sandjaja dan Heriyanto dengan
mengatakan bahwa pengetahuan (ordinary knowledge) merupakan sesuatu yang
diketahui langsung dari pengalaman, berdasarkan panca indera,dan olahan akal
budi yang spontan. Pengetahuan mencakup segala sesuatu yang dilihat, didengar,
dikecap, dicium, diraba, dan hadir dalam kesadaran kita. Pengetahuan seperti
ini biasanya bersifat spontan, subjektif atau intuitif. Sedangkan ilmu
(pengetahuan ilmiah) merupakan pengetahuan tentang suatu bidang tertentu yang
telah disusun secara metodis, sitematis, dan koheren.
Dengan demikian,
ilmu adalah pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian. Berdasarkan beberapa
definisi dan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa ilmu merupakan bagian
pengetahuan yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan terhadap satu bidang
permasalahan dengan menggunakan metode penelitian yang terpercaya untuk
memperoleh kebenaran baru yang berhubungan dengan bidang tersebut yang
kemudiandisusun secara sistematis dan koheren.
Berdasarkan
definisi ini,dapat dikatakan bahwa ilmu memiliki empat ciri: diperoleh dari
penelitian yang dilakukan dengan metode tertentudan langkah-langkah yang
sistematis, mencakup satu bidang tertentu dari kenyataan, dan disusun secara
koheren. Berbeda dengan pengetahuan, ilmu merupakan pengetahuan khusus tentang
apa penyebab sesuatu dan mengapa. Ada
persyaratan ilmiah sesuatu dapat disebut sebagai ilmu. Sifat ilmiah tersebut
antara lain :
1.
Objektif
Ilmu harus
memiliki objek kajian yang terdiri dari satu golongan masalah yang sama sifat
hakikatnya, tampak dari luar maupun bentuknya dari dalam. Objeknya dapat
bersifat ada, atau mungkin ada karena masih harus diuji keberadaannya. Dalam
mengkaji objek, yang dicari adalah kebenaran, yakni persesuaian antara tahu
dengan objek, sehingga disebut kebenaran objektif; bukan subjektif berdasarkan
subjek peneliti atau subjek penunjang penelitian.
2.
Metodis
Metodis adalah
upaya-upaya yang dilakukan untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya
penyimpangan dalam mencari kebenaran. Konsekuensinya, harus ada cara tertentu
untuk menjamin kepastian kebenaran. Metodis berasal dari bahasa Yunani
“Metodos” yang berarti: cara, jalan. Secara umum metodis berarti metode
tertentu yang digunakan dan umumnya merujuk pada metode ilmiah.
3.
Sistematis
Dalam
perjalanannya mencoba mengetahui dan menjelaskan suatu objek, ilmu harus
terurai dan terumuskan dalam hubungan yang teratur dan logis sehingga membentuk
suatu sistem yang berarti secara utuh, menyeluruh, terpadu , dan mampu
menjelaskan rangkaian sebab akibat menyangkut objeknya. Pengetahuan yang tersusun
secara sistematis dalam rangkaian sebab akibat merupakan syarat ilmu yang
ketiga.
4.
Universal
Kebenaran yang
hendak dicapai adalah kebenaran universal yang bersifat umum (tidak bersifat
tertentu). Contoh: semua segitiga bersudut 180ยบ. Karenanya universal merupakan
syarat ilmu yang keempat. Belakangan ilmu-ilmu sosial menyadari kadar
ke-umum-an (universal) yang dikandungnya berbeda dengan ilmu-ilmu alam
mengingat objeknya adalah tindakan manusia. Karena itu untuk mencapai tingkat
universalitas dalam ilmu-ilmu sosial, harus tersedia konteks dan tertentu pula.
B.
Pengertian Bahasa
Bahasa adalah
sistem simbol vokal yang arbitrer yang memungkinkan semua orang dalam suatu
kebudayaan tertentu, atau orang lain yang mempelajari sistem kebudayaan itu,
berkomunikasi atau berinteraksi (Finocchiaro, 1964)
Bahasa adalah
media (sarana) yang digunakan untuk berbicara, menulis, dan berpikir. Bahasa
merupakan alat yang paling penting dalam hidup manusia. Bahasa membuat manusia
mampu mendominasi mahluk lain dimuka bumi, baik yang berada didarat, laut,
maupun udara. Berbagai definisi tentang bahasa pada umumnya menyoroti dua aspek
terpenting, yaitu fungsional dan formal.
1. Aspek
fungsional
Merujuk
pada fungsi bahasa yang begitu pentingd alam kehidupan masyarakat manusia,
yaitu sebagai media yang dimiliki bersama dandigunakan untuk mengkomunikasikan
pendapat, gagasan dan perasaan.
2. Aspek
formal
Merujuk
pada sistem atau kaidah-kaidah (tata bahasa) yang digunakan untuk membentuk bunyi menjadi kata dan memadu kata-kata menjadi
kalimat yang bermakna.
Bahasa
yang merupakan ciri khas manusia itu memang merupakan hal yang kompleks dan
merupakan objek studi bagi kegiatan ilmu yang bermacam-macam. Hakikat bahasa
itu juga dapat bermacam-macam sesuai dengan pandangan ilmuan yang
memperlajarinya. Bagi ahli filsafat, bahasa mungkin merupakan alat untuk berpikir, bagi ahli logika mungkin suatu
kalkulus, bagi ahli ilmu jiwa mungkin jendela yang kabur untuk dapat ditembus
guna melihat proses berpikir, dan ahli bahasa suatu sistem lambang yang arbitrer
(Macky dalam Dardjowidjojo, 1985: 11)
C.
Fungsi Bahasa
Bahasa mempunyai
dua fungsi yang pertama sebagai sarana komunikasi dan kedua sebagai sarana
budaya yang mempersatukan kelompok manusia yang mempergunakan bahasa tersebut.
Fungsi pertama dapat disebut sebagai fungsi komunikatif dan fungsi kedua sebagai
fungsi kohesif atau integratif. Pada tanggal 28 Oktober 1928 bangsa Indonesia
memilih bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dengan alasan utama yaitu
fungsi kohesif bahasa Indonesia sebagai sarana yang mengintegrasikaan berbagai
suku kedalam satu bangsa yakni Indonesia.
D.
Hubungan Ilmu dengan Bahasa
Ilmu bisa berarti
proses memperoleh pengetahuan, atau pengetahuan terorganisasi yang diperoleh
lewat proses tersebut. Proses keilmuan adalah cara memperoleh pengetahuan
secara sistematis tentang suatu sistem. Perolehan sistematis ini umumnya berupa
metode ilmiah, dan sistem tersebut umumnya adalah alam semesta. Dalam
pengertian ini, ilmu sering disebut sebagai sains.
Sedangkan Bahasa
adalah penggunaan kode yang merupakan gabungan fonem sehingga membentuk kata
dengan aturan sintaks untuk membentuk kalimat yang memiliki arti. Bahasa adalah
medium tanpa batas yang membawa segala sesuatu mampu termuat dalam lapangan
pemahaman manusia. Dan bahasa adalah media manusia berpikir secara abstrak yang
memungkinkan objek-objek ditransformasikan menjadi simbol-simbol abstrak.
Dengan adanya transformasi ini maka manusia dapat berpikir mengenai tentang
sebuah objek, meskipun objek itu tidak terinderakan saat proses berpikir itu
dilakukan olehnya.
Ilmu dan bahasa
berhubungan antara kebutuhan-kebutuhan
kita untuk berekspresi dan berkomunikasi dan benda-benda yang ditawarkan kepada
kita melalui bahasa yang kita pelajari. Manusia hanya akan dapat berkata dan
memahami satu dengan lainnya dalam kata-kata yang terbahasakan. Orientasi
inilah yang selanjutnya mempengaruhi bagaimana manusia berpikir dan berkata.
Contoh dalam
perilaku manusia yang tampak dalam hubungan ilmu dan bahasa adalah perilaku
manusia ketika berbicara dan menulis
atau ketika dia memproduksi bahasa,
sedangkan prilaku yang tidak tampak adalah perilaku manusia ketika memahami
yang disimak atau dibaca sehingga
menjadi sesuatu yang dimilikinya atau memproses sesuatu yang akan diucapkan
atau ditulisnya.
Dari uraian
tersebut dapat disimpulkan ruang lingkup ilmu denagan bahasa yaitu mulai
pemakaian bahasa, pemproduksian bahasa, pemrosesan bahasa, hubungan antara
bahasa dan perilaku manusia, dan hubungan antara bahasa dengan ilmu.
BAB III
PENUTUP
A.
Simpulan
Dari
keterangan-keterangan di atas dapat diambil beberapa kesimpulan antara lain :
Ilmu (atau ilmu pengetahuan) adalah seluruh usaha
sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari
berbagai segi kenyataan dalam alam manusia sedangkan Bahasa adalah media
(sarana) yang digunakan untuk berbicara, menulis, dan berpikir adapun hubungan
ilmu dan bahasa hubungan antara kebutuhan-kebutuhan kita untuk berekspresi dan
berkomunikasi dan benda-benda yang ditawarkan kepada kita melalui bahasa yang
kita pelajari.
B.
Saran
Dari makalah kami yang singkat ini mudah-mudahan
dapat bermanfaat bagi kita semua umumnya kami pribadi. Yang baik datangnya dari
Allah, dan yang buruk datangnya dari kami. Dan kami sedar bahwa makalah kami
ini jauh dari kata sempurna, masih banyak kesalahan dari berbagai sisi, jadi
kami harafkan saran dan kritik nya yang bersifat membangun, untuk perbaikan
makalah-makalah selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Jonathan,
Sarwono. 2006. Metode Penelitian
Quntitatif dan Kualitatif . Yogyakarta: Penerbit Graha Ilmu.
Jujun Suriasumantri. 1990. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan, 1990.
Nur
Ahmad Fadhil Lubis, MA. 2001. Pengantar
Filsafat Umum, Medan : Penerbit IAIN Press.
Huda,
Nuril. 1999. Kedudukan dan Fungsi Bahasa
Asing. Bogor : Cisarua.
http://rudisiswoyo89.blogspot.co.id/2013/11/hubungan-bahasa-dengan-ilmu.html